Beranda Ekonomi

Perpanjangan Relaksasi Harga Jagung, Ketua DPRD Sumbawa Datangi Bapanas RI

141
0

Jakarta, gema-news.com – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH bersama wakil ketua III Nanang Nasiruddin, SAP,.MM. Inov mendatangi kantor Badan Pangan Nasional RI (Bapanas). Kedatangannya dalam rangka berkonsultasi dan mencari solusi terkait persoalan harga di kabupaten Sumbawa.

Dalam pertemuan dengan Bapenas RI, Abdul Rafiq berharap agar relaksasi harga jagung dapat diperpanjang dan diimplementasikan hingga peraturan terkait harga acuan pembelian jagung dapat segera direvisi.

“Hari ini kami datang dalam rangka untuk memperkuat yang telah dilakukan oleh Bupati Sumbawa di Badan Pangan Nasional terkait dengan perpanjangan waktu fleksibilitas harga jagung. Karena di Sumbawa beberapa minggu yang lalu harga jagung anjlok dan dikepung oleh aksi demonstrasi dari Aliansi Petani Jagung, Mahasiswa, Aliansi LSM dan berharap Surat BAPANAS dapat diimplementasikan dan diperpanjang mengingat masyarakat masih dalam masa panen dan diharapkan harga jagung meningkat” ujar Rafiq

Menanggapi hal itu, Kepala Biro (Karo) Perencanaan Budi Waryanto menjelaskan bahwa situasi panen raya jagung di NTB, khususnya di Sumbawa, Bima, dan Dompu telah dilihatnya. Bapanas telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti pabrik pakan dan koperasi, untuk menjaga harga jagung tetap stabil dan wajar. Bapanas juga telah melakukan relaksasi harga jagung sesuai dengan peraturan yang berlaku atas dorongan berbagai pihak di Indonesia termasuk Kabupaten Sumbawa dengan melakukan perpanjangan fleksibilitas harga jagung di tingkat produsen maupun konsumen.

“Situasi jagung kini sedang panen raya, di NTB memang menarik, potensi produksi NTB, Sumbawa, Bima dan Dompu luar biasa. Pertumbuhan produktifitasnya sangat seragam,” Paparnya

Untuk menjaga stabilitas harga jagung, Bapanas mendorong investasi di sektor pertanian dan logistik di Sumbawa untuk meningkatkan produksi dan efisiensi distribusi jagung termasuk pengembangan pelabuhan teluk Santong dan Pelabuhan Badas.

“Oleh karena itu ke depannya dengan program utama Fasilitasi Distribusi Pangan dapat membantu petani mendapatkan harga yang baik, kami dari pusat berharap bisa ada investor di sekitar Teluk santong mendirikan Silo jagung dalam skala besar dengan tetap memperhatikan mutu jagung dengan kualitas standar internasional,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Jan Pieter bahwa Bapanas sudah berkoordinasi dengan stakeholder terkait, pengusaha pabrik pakan, asosiasi peternak dan pengusaha jagung juga koperasi ternak kita coba menemukan titik temu harga yang baik bagi semua pihak.

Bapanas melakukan relaksasi sesuai dengan perbadan nomor 5 Tahun 2022 dan terakhir ada surat perbanas tentang Fleksibilitas Harga Jagung ditingkat Produsen dan penjualan di tingkat Konsumen. Perrtanggal 31 Mei sudah diteken oleh Kepala Badan Pangan Nasional RI perpanjangan waktunya sampai terbitnya Perbadan yang baru.

” Relaksasinya akan dipermanenkan dalam regulasi revisi perbadan sehingga harga jagung bisa terjaga. Kami juga sempat melakukan harmonisasi agar HAP di tingkat produsen dan konsumen dapat diinterpretasikan” jelasnya.

Dalam surat Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 161/TS.02.02/5/2024 per tanggal 31 Mei 2024 tentang Perpanjangan Fleksibilitas Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di tingkat konsumen komoditas jagung mengatur, Fleksibilitas HAP jagung kering di tingkat produsen dan konsumen. Perpanjangan fleksibilitas HAP jagung di tingkat produsen dan HAP jagung di tingkat konsumen berlaku sampai dengan terbitnya peraturan badan pangan nasional tentang perubahan atas per badan Nomor 5 Tahun 2022.

Selanjutnya, Penyerapan jagung petani dan penyaluran jagung ke peternak terkait cadangan jagung pemerintah (CJP) yang dilaksanakan oleh perum Bulog mengacu harga sesuai dengan surat ini. Untuk memastikan implementasi fleksibilitas HAP komoditas jagung di tingkat produsen dan konsumen, sesuai surat yang dikeluarkan diharapkan kepada satuan tugas pangan Polri untuk bersama-sama melakukan pengawasan secara berkala baik di tingkat produsen maupun di tingkat konsumen. (GM)

Artikulli paraprakMoney Politik di Pilkada, Terancam Pidana dan Denda 1 Miliar 
Artikulli tjetërKasus Pengadaan Masker, Wabup: Saya Modali UMKM Agar Berkiprah di Masa Pandemi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini