SUMBAWA, gema-news.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) terus menggencarkan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa wilayah kabupaten Sumbawa.
Kepala Disnakkeswan Sumbawa melalui Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), drh. Rini Handayani mengatakan, vaksinasi dilakukan dalam rangka pengendalian PMK terhadap ternak rentan seperti Sapi, Kerbau, Kambing dan Domba.
“Pengendalian PMK di Kabupaten Sumbawa saat kami sudah dapat kiriman vaksin dari provinsi sebanyak 12.500 dosis. Artinya untuk 12.500 ekor ternak,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (09/02/2026) di ruang kerjanya.
Disebutkan, total 6.000 lebih hewan ternak yang telah divaksin. Jumlah tersebut akan terus bertambah, mengingat proses vaksinasi di lapangan masih terus berjalan.
“Kita butuh vaksin 70 persen dari populasi. Tapi kita sudah ada yang divasksin sebelumnya. Kami sudah memvaksin di tahun sebelum, naamun pada bulan Juni nanti ternak-ternak tersebut sudah harus divaksin kembali. Tapi untuk tahun ini, sudah tervaksin sekitar 50 persen dari 12.500 dosis,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan program vaksinasi PMK juga bergantung pada dukungan dari peternak itu sendiri. Diharapkan, mereka dapat mengumpulkan hewannya pada saat jadwal vaksinasi di lokasi yang telah ditentukan.
“Tapi vaksin ini tidak bisa berhasil kalau peternak kita tidak proaktif. Harapan saya peternak bisa berpartisipasi mengumpulkan ternaknya pada saat jadwal pemberian vaksin di lokasi tersebut,” harapnya.
Ia menambahkan, saat ini sedang berlangsung musim penghujan di Kabupetan Sumbawa. Penyakit ternak seperti Septicaemia Epizootica (SE) dan Bload atau kembung kerap bermunculan. Sehingga, diharapkan agar para peternak lebih peka terhadap kondisi hewannya masing-masing.
“Memang saat ini musim hujan banyak bermunculan penyakit. Jadi mugkin menjadi perhatian kepada peternak untuk lebih perhatian pada ternaknya. Kalau di Sumbawa sudah terbiasa memberikan herbal, bisa diberikan saja. Kerena saya lihat lebih tahan penyakit. Kami siap malakukan pengobatan terhadap hewan ternak yang sakit, ketika ada laporan dari masyarakat,” pungkasnya. (GM)





