SUMBAWA, gema-news.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD) Sumbawa tengah menggalakkan gerakan kembali ke akar budaya dengan memprioritaskan tiga pilar utama yakni seni tari, tradisi lisan, dan permainan rakyat.

“Langkah ini diambil sebagai strategi edukasi untuk memastikan kearifan lokal tetap hidup di tengah gempuran tren digital,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, melalui Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Sutan Syahril.

Dalam upaya ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi pusat pelestarian identitas daerah.

“Satuan pendidikan kami harapkan mampu mengemas ketiga elemen itu secara kreatif, misalnya melalui festival budaya sekolah atau perlombaan antar-kelas. Dengan menjadikan budaya daerah sebagai bagian dari keseruan di sekolah, siswa akan merasa memiliki dan bangga terhadap kekayaan daerahnya sendiri,” pintanya saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Rabu, (04/02).

Kemudian langkah pertama yang dilakukan adalah Para guru diberikan pembekalan langsung oleh praktisi seni dan budayawan terkait teknik dasar tari daerah, teknik bercerita dalam tradisi lisan, hingga aturan permainan rakyat.

“Dengan tindakan itu, guru akan mampu menerapkan materi tersebut, baik dalam mata pelajaran seni budaya, muatan lokal, maupun sebagai bagian dari proyek penguatan profil pelajar,” jelasnya.

Setelah guru sudah menguasai budaya daerah, maka semangat itu akan menular secara alami kepada siswa di sekolah. Walaupun kegiatan tersebut tidak termasuk dalam kurikulum nasional namun struktur tersebut masuk dalam kehidupan.

“Program ini akan mulai diterapkan di tahun 2026 ini, karena itu juga kami sedang berupaya menyiapkan modul pembelajaran agar sejalan dengan materi muatan lokal atau seni budaya yang sudah kami rencanakan sebelumnya dalam kurikulum,” terangnya.

Dengan berjalan dan diterapkannya kegiatan itu, diharapkan semua satuan pendidikan dapat menampilkan kebudayaan Lokal pada Hardiknas mendatang.

“Dengan dimulainya program ini, satuan pendidikan diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan identitas,” tutupnya. (GM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini