SUMBAWA, gema-news.com – Pemerintah kabupaten Sumbawa menargetkan 30 persen realisasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini sebanyak 56 dapur MBG tambahan kembali dibangun. Sehingga target tersebut dapat terealisasi di awal tahun 2026.
Kepala Bappeda Sumbawa, melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Dr. Rusmayadi, mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Sumbawa memiliki target total sebanyak 122 unit SPP-BGM untuk meng-cover sekitar 254.841 jiwa penerima manfaat. Penerima tersebut mencakup peserta didik, ibu hamil, hingga anak balita.
“Sampai hari ini baru 11 unit yang beroperasional, atau sekitar 17 persen realisasi. Namun, dengan adanya tambahan 56 SPPG di wilayah 3T yang dijadwalkan beroperasi pada bulan Maret mendatang, paling tidak capaian kita bisa meningkat hingga 20 sampai 30 persen,” ujar Dr. Rusmayadi saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Jumat, (13/02).
Pembangunan 56 unit tambahan ini difokuskan pada daerah Terluar, Terdalam, dan Tertinggal (3T). Dr. Rusmayadi mengakui bahwa tantangan geografis dan cuaca ekstrem menjadi hambatan utama bagi para investor dalam mempercepat proses konstruksi.
“Beberapa informasi dari investor menyebutkan akses luas dan cuaca membuat pembangunan agak lambat. Saat ini progresnya bervariasi, ada yang sudah 30 persen, 50 persen, hingga 60 persen. Kita berdoa agar alam bersahabat sehingga target operasional bulan Maret bisa tercapai,” tambahnya.
Sebanyak 20 kecamatan akan tersentuh oleh program ini, termasuk kecamatan di tahap kedua seperti Utan, Rhee, Unter Iwes, Lopok, Lantung, hingga Empang. Selain itu, wilayah seperti Batu Lanteh, Orong Telu, dan Ropang juga menjadi sasaran utama sebaran dapur MBG ini.
Selain mendorong pembangunan melalui pihak yayasan secara mandiri, Bappeda Sumbawa juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pengadaan dapur melalui anggaran APBN. Langkah ini diambil guna memastikan target Presiden agar seluruh wilayah Indonesia terpenuhi layanan MBG-nya pada tahun 2027 dapat tercapai.
“Data kebutuhan sudah kita ajukan semua ke pusat. Kami berharap masyarakat mohon doanya agar pembangunan ini lancar, karena operasional dapur ini nantinya akan dikelola oleh yayasan untuk kepentingan gizi generasi kita,” tutupnya. (GM)






