SUMBAWA, gema-news.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa terus berupaya untuk menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya lokal di tengah arus globalisasi yang deras, dengan memanfaatkan ruang digital sebagai tempat pembelajaran.
“Salah satu yang kami lakukan adalah menjadikan budaya dalam pembelajaran serta digitalisasi budaya yang ada,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan melalui Kabid kebudayaan Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Sutan Syahril, kamis (06/02).
Ia mengatakan teknologi menjadi solusi inovatif untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan tradisi dan budaya lokal Kabupaten Sumbawa.
“Teknologi ini dapat kita manfaatkan secara efektif untuk menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya lokal. Mulai dari digitalisasi arsip hingga pengembangan platform interaktif,” jelasnya.
Peran teknologi untuk pelestarian tradisi dan budaya lokal merupakan hal yang krusial. Tradisi dan budaya lokal bukan sekadar kumpulan ritual atau artefak kuno, melainkan fondasi identitas suatu komunitas yang mengandung nilai-nilai luhur, pengetahuan empiris dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi dan budaya lokal merupakan komponen penting dalam membangun identitas yang kuat dan beragam, karena itu harus terus kita lestarikan,” tambahnya.
Selain itu, atraksi budaya dan tradisi lokal dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Partisipasi dalam kegiatan budaya dan tradisi juga dapat mempererat hubungan antar anggota masyarakat, menumbuhkan rasa memiliki dan memperkuat kohesi sosial,” terangnya.
Tradisi dan budaya lokal seringkali mengandung pengetahuan dan keterampilan tradisional yang berharga, seperti pengobatan herbal, teknik pertanian berkelanjutan dan kerajinan tangan yang unik.
Sehingga mempelajari dan menghargai tradisi dan budaya lokal dapat menginspirasi kreativitas dan inovasi dalam berbagai bidang mulai dari seni dan desain hingga teknologi dan bisnis.
“Digitalisasi arsip dan koleksi budaya arsip dan koleksi budaya, seperti manuskrip kuno, foto-foto bersejarah, rekaman audio dan video dokumenter dapat diakses oleh publik sehingga membuat tradisi dan budaya lokal tetap dikenal,” tutupnya. (GM)





