SUMBAWA, gema-news.com – Menindaklanjuti instruksi Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, adalah Program Gentengnisasi. Program ini mendorong penggunaan material bangunan yang lebih ramah lingkungan sebagai langkah konkret menghadapi pemanasan global.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori yang hadir langsung dalam Rakornas kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (5/2/26), menyampaikan bahwa program ini dinilai sangat relevan untuk diterapkan di daerah, termasuk di Kabupaten Sumbawa.

Menurut Wabup yang disapa Haji Ansori, penggunaan genteng tanah liat menjadi salah satu solusi karena sifatnya yang lebih sejuk, alami, dan ramah lingkungan dibandingkan material atap lainnya.

“Genteng tanah liat dianggap lebih sejuk dan ramah lingkungan. Ini juga bisa membuka kembali peluang usaha masyarakat. Dulu Sumbawa banyak pengrajin genteng, sekarang sudah hampir tidak ada. Ini bisa kita hidupkan kembali sebagai home industri,” jelas Haji Ansori yang juga Ketua DPC Gerindra Sumbawa.

Wabup yang berlatar pengusaha ini menambahkan, Pemkab Sumbawa akan mendorong lahirnya regulasi serta intervensi kebijakan agar penggunaan genteng tanah liat kembali diminati, khususnya pada rumah-rumah program pemerintah.

Langkah ini dinilai memiliki dampak ganda, tidak hanya mendukung upaya pengendalian perubahan iklim, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, memanfaatkan sumber daya alam lokal, serta mengurangi angka pengangguran di tengah masyarakat.

Program ini juga akan berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat. Ini sejalan dengan amanat Pasal 33 dan 34 UUD 1945, agar kesejahteraan benar-benar dirasakan rakyat,” pungkasnya. (GM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini