SUMBAWA, gema-news.com – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Sumbawa, Arif Alamsyah, S.STP., M.Si, menyatakan bahwa program beasiswa yang kini dikemas dalam Kartu Sumbawa Pintar bukan sekadar bantuan biaya kuliah, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul yang mampu membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Menurut Arif, tujuan utama program beasiswa adalah menjamin akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Sumbawa. Pemerintah ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan.

“Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, meringankan beban biaya kuliah masyarakat, sekaligus mencetak generasi emas yang berdaya saing untuk membangun Kabupaten Sumbawa,” ujarnya saat menyampaikan laporan pelaksanaan program beasiswa pada peluncuran Kartu Sumbawa Pintar, Senin (20/7).

Untuk memperluas akses pendidikan, sambungnya, Pemkab Sumbawa menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi. Di antaranya Universitas Samawa (UNSA), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Akademi Olat Maras (AKOM), Sekolah Tinggi Agama Islam Sumbawa (STAIS), STIKES Griya Husada, STAI NW Samawa, hingga kerja sama regional dengan Universitas Mataram (UNRAM).

Dalam laporannya, Arif memaparkan capaian program beasiswa selama tiga tahun terakhir. Pada 2024, sebanyak 591 mahasiswa menerima beasiswa dengan total anggaran Rp 9,1 miliar.

Program tersebut kemudian diperluas pada 2025 dengan 679 penerima dan anggaran mencapai Rp 17,39 miliar. Jumlah itu termasuk pembiayaan kerja sama dengan UNRAM bagi 15 mahasiswa, terdiri atas 10 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan lima mahasiswa Farmasi, dengan pembayaran tahun pertama sebesar Rp 2,26 miliar.

Sementara pada 2026, sebanyak 459 mahasiswa memperoleh beasiswa dengan total anggaran Rp 7,55 miliar. Anggaran tersebut juga mencakup pembayaran tahun kedua program kemitraan UNRAM untuk 15 mahasiswa senilai Rp 2,78 miliar.

Arif juga menjelaskan mengapa peluncuran Kartu Sumbawa Pintar baru dilakukan secara resmi pada 2026, meski program beasiswa telah berjalan sebelumnya.

Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa baru dilantik pada awal 2025 sehingga tahun tersebut menjadi masa transisi pemerintahan sekaligus penyesuaian program ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kartu Sumbawa Pintar merupakan iconic policy yang menjadi manifestasi komitmen politik Bupati dan Wakil Bupati dalam menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Peluncuran pada tahun 2026 merupakan langkah strategis agar program berjalan lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas maupun cakupan penerima manfaat program tersebut setiap tahun, sehingga semakin banyak generasi muda Sumbawa yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. (GM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini