SUMBAWA, gema-news.com – Rencana pembangunan shalter atau Rumah Singgah untuk pasien yang mengalami gangguan kejiwaan atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Riset Daerah (Baparinda).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bapperinda Sumbawa melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Dr. Rusmayadi, Kamis (12/02/2026) di ruang kerjanya.
“Memang kemarin saya dapat informasi dari Kepala Dikes terkait rencana untuk membuat rumah singgah, karena banyak kasus pasien jiwa yang sudah mendapatkan penanganan tapi keluarga tidak menerima,” ungkapnya.
Terkait rencana tersebut, ia mengaku belum menerima proposal resmi dari Dinas Kesehatan (Dikes) setempat. “Kemarin saya coba komunikasi kepada kadisnya, saya menunggu proposalnya, tapi informasinya mereka mengajukan melalui dinsos,” ujarnya.
Pada dasarnya tambah Rusmayadi, pemerintah daerah sangat mendukung adanya rumah singgah khusus ODGJ tersebut. “Tapi pada dasarkan kita mendukung adanya rumah singga, kerena kasus kejiwaan sangat cukup lemayan. Insya Allah kalau itu kebutuhan untuk pelayanan, kita akan mendukung. Kita menunggu proposalnya,” tukasnya.
Sebagaimana diketahui, Dikes Sumbawa akan mengadakan rumah singgah untuk penanganan pasien ODGJ. Rencana tersebut, telah mendapat restu dari Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot. Jika tidak ada kendalan, tahun ini rumah singgah sudah dapat digunakan.
Merujuk pada data tahun 2025, Dikes Sumbawa telah melakukan skrining kejiwaan terhadap ratusan ribu orang mulai dari anak sekolah, Dewasa, Lansia, hingga ibu hamil.
Hasilnya pun cukup mencengangkan yakni 1.137 orang masuk dalam kategori Orang Dengan Ganguan Jiwa Berat (ODGJB), 1.539 ODGJ, dan 160 orang mengalami depresi. Bahkan, jumlah ODGJB Kabupaten Sumbawa menempati urutan tertinggi kedua jumlah ODGJB dan kasus pasung terbanyak di NTB.
Penanganan ODGJ di Kabupaten Sumbawa, menemui cukup banyak kendala di lapangan. Mulai dari minimnya fasilitas kesehatan, kurangnya perhatian masyarakat khususnya keluarga pasien, hingga pasien tanpa identitas.
Sehingga, hadirnya rumah singgah sangat penting untuk memaksimalkan pelayanan kejiwaan di Kabupaten Sumbawa. (GM)





