SUMBAWA, gema-news.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, tengah memberikan atensi khusus terkait Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebagai salah satu indikator krusial dalam mengukur kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

“IKD kita berada di urutan kedua paling bawah dari 10 kabupaten/kota di NTB. Kami berkomitmen untuk membenahi terutama terkait data masyarakat rawan terdampak bencana,” Kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat.

Dayat melanjutkan, data untuk masyarakat rawan dan rentan bencana memiliki poin yang cukup tinggi. Data itupun harus sesuai by name by address, sehingga ketika terjadi bencana masyarakat yang berada dalam kategori rentan dan rawan tingkat fatalitasnya bisa diminimalisir.

“Kalau dari segi bencana, hampir semua daerah pasti terjadi bencana. Sehingga perbaikan terhadap IKD ini menjadi atensi sebagai upaya meminimalisir dampak dari bencana,” ujarnya.

Pihaknya segera akan melakukan kordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, untuk IKD tersebut. Termasuk juga untuk mendapatkan akses terhadap data masyarakat berkategori rawan dan rentan bencana.

“Paling tidak setelah Lebaran kami akan berangkat ke Kemendagri untuk melakukan kordinasi lebih lanjut. Sehingga IKD untuk beberapa tahun kedepan bisa lebih baik,” ucapnya.

Disinggung wilayah di Sumbawa masuk kategori rentan dan rawan bencana, Dayat menyebutkan bahwa hampir 80 persen wilayah di Sumbawa berada dalam kategori rentan bencana. Terutama daerah yang berada di aliran sungai (DAS) dan kaki gunung (tanah lonsor).

“80 persen wilayah di Sumbawa rawan bencana dengan kategori berbeda-beda. Ketika cuaca ekstrem, ancaman bukan hanya banjir, tetapi juga angin puting beliung dan longsor,” jelasnya.

Salah satu contoh di wilayah Kecamatan Moyo Hulu, juga rentan terjadi banjir dan akan berdampak ke Kecamatan Sumbawa yang diakibatkan gempa. Hal ini bisa terjadi karena di wilayah tersebut ada dua bendungan raksasa yakni, Bendungan Mamak dan Batubulan dengan debit air yang mencapai ribuan kubik.

“Jika terjadi gempa di atas 7 skala richter, maka bendungan raksasa ini bisa jebol dan bisa menimbulkan banjir yang dahsyat bahkan Sumbawa juga akan terdampak nanti,” tukasnya.(GM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini