SUMBAWA, gema-news.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa bergerak cepat dalam merespons peningkatan kasus campak yang terjadi di sejumlah daerah. Sebagai langkah preventif dan penanggulangan, otoritas kesehatan setempat memastikan bahwa ketersediaan vaksin Campak-Rubella (MR) di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, menegaskan bahwa ketersediaan logistik vaksin merupakan fondasi utama dalam memutus rantai penularan. Menurutnya, keberhasilan pengendalian wabah sangat bergantung pada sinergi antara ketersediaan stok, aktivitas surveilans yang ketat, serta deteksi dini di lapangan.

Berdasarkan data terbaru per 12 Maret 2026, stok vaksin MR di Kabupaten Sumbawa dipastikan dalam posisi stabil. Saat ini, gudang vaksin Dinas Kesehatan menyimpan sekitar 155 dosis, sementara ratusan dosis lainnya telah terdistribusi secara merata ke seluruh Puskesmas di wilayah tersebut.

“Kami memantau distribusi dan ketersediaan vaksin secara real-time setiap harinya. Melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL), kami dapat melihat inventori logistik hingga tingkat Puskesmas dengan sangat akurat,” jelas Sarip saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Kamis, (12/03).

Hasil pemantauan sistem digital tersebut menunjukkan bahwa ketahanan stok vaksin di Sumbawa saat ini sangat memadai, dengan estimasi kecukupan untuk kebutuhan 2 hingga 7 bulan ke depan. Ketersediaan ini akan diprioritaskan untuk mendukung dua program besar, yakni Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-up Campaign (imunisasi kejar) guna menutup celah imunitas pada anak-anak.

Menanggapi adanya kekhawatiran di tengah masyarakat terkait keamanan vaksin, Sarip Hidayat menjelaskan setiap dosis vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melewati rangkaian evaluasi yang sangat ketat, mencakup aspek keamanan, mutu, hingga khasiatnya.

“Berdasarkan hasil studi dan uji klinis yang komprehensif, vaksin MR terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap ancaman Campak dan Rubella. Dengan pemberian vaksin ini, terjadi peningkatan antibodi yang sangat signifikan. Tingkat seropositif bahkan mencapai lebih dari 90 persen pada anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap,” ungkap Sarip.

Ia juga menambahkan bahwa reaksi yang mungkin muncul setelah imunisasi, atau yang dikenal dengan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), umumnya bersifat ringan dan hanya sementara. “Hal itu, merupakan respons alami tubuh saat membentuk sistem pertahanan baru,” sambung Sarip.

Sarip menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya atau hoaks yang beredar di media sosial.

“Kami meminta masyarakat untuk selalu mengakses informasi kesehatan hanya dari sumber resmi, seperti kanal komunikasi Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan. Pastikan anak-anak kita mendapatkan imunisasi lengkap untuk melindungi mereka dari risiko komplikasi berat akibat campak,” pungkas Sarip. (GM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini