SUMBAWA, gema-news.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong keterlibatan generasi muda dan berbagai pihak dalam membuka akses pengetahuan, pendidikan, serta penguatan karakter bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat melepas Ekspedisi Sagantara Foundation Pedalaman Sumbawa Vol. 3 di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (10/8/2026).
Ekspedisi yang berlangsung 10–19 Agustus 2026 ini menyasar Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu, dengan melibatkan 28 peserta. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Sagantara Foundation dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dalam melaksanakan berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri para kepala perangkat daerah Kabupaten Sumbawa, perwakilan UTS, serta Tim Ekspedisi Sagantara Foundation.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memilih untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat pedalaman. Menurutnya, Desa Mungkin merupakan salah satu wilayah yang memiliki tantangan akses cukup berat, sehingga kehadiran anak-anak muda melalui kegiatan sosial menjadi sangat berarti.
“Saya mengapresiasi Sagantara. Kegiatan seperti ini kelihatannya sederhana—anak-anak muda datang ke desa, mengajar, bermain bersama anak-anak, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tetapi kalau kita lihat lebih dalam, yang kalian lakukan sebenarnya jauh lebih besar. Kalian sedang membantu pemerintah memastikan setiap anak, di mana pun dia tinggal, tetap merasa punya masa depan,” ujar Bupati Jarot.
Ia berpesan agar seluruh peserta tidak memandang kegiatan tersebut sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat. Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat pedalaman, menurutnya, akan menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter, kepedulian, dan kepekaan sosial generasi muda.
Untuk menunjang kelancaran kegiatan, peserta juga diingatkan menjaga kesehatan dengan menerapkan “tujuh dokter pribadi”, yakni mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, berolahraga, mendapatkan sinar matahari, mencukupi kebutuhan air putih, selalu bersyukur, serta menjaga pikiran tetap positif.
Pesan lainnya disampaikan terkait program Sumbawa Hijau Lestari. Peserta diharapkan turut mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, agar menjaga hutan dan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa siap menyediakan bibit pohon secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di akhir sambutannya, Bupati Jarot berharap Ekspedisi Sagantara Vol. 3 tidak hanya menjadi pengalaman bagi peserta, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Mungkin. “Semoga perjalanan lancar, diterima dengan baik oleh masyarakat, dan memberikan manfaat yang nyata,” pungkasnya.
Sementara itu, Project Leader Ekspedisi Sagantara Foundation, Aura Ratu Bilqis, menyampaikan bahwa ekspedisi Pedalaman Sumbawa telah memasuki tahun ketiga dengan melibatkan 28 peserta. Tahun ini, peserta akan menjalankan berbagai program bersama masyarakat Desa Mungkin, termasuk upacara HUT ke-81 RI, perlombaan, dan festival kebudayaan.
“Kami ingin terus hadir dan memberikan dampak bagi masyarakat. Terima kasih kepada Pemkab Sumbawa dan UTS atas dukungan dan kolaborasinya,” ungkap Aura.
Senada, perwakilan UTS, Nurul Huda Ningsih, M.T., menyampaikan bahwa ekspedisi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Rangkaian pelepasan kemudian ditandai dengan penyematan tanda pengenal kepada perwakilan peserta Ekspedisi Sagantara Foundation oleh Bupati Sumbawa, didampingi kepala perangkat daerah terkait. (GM)





