Beranda Pemerintahan

Kurangi Sampah Plastik, Wabup Lauching Gerakan PESK

56
0

Sumbawa Besar, gema-news.com – Wakil Bupati Sumbawa Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd., didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa H. Hasan Basri, M.M. resmi meluncurkan gerakan Pengurangan Sampah Kolaboratif (PESK), Jumat (22/9).

Novi, akrabnya disapa mengatakan, melalui gerakan ini, pihaknya akan mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sumbawa untuk aktif berpartisipasi dalam upaya pengurangan sampah. Dia juga berharap agar organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintahan kabupaten sumbawa dapat menjadi pelopor dan teladan dalam menggaungkan gerakan ini.

Dijelaskan Novi, salah satu aspek penting dari gerakan PESK adalah pengumpulan sampah dapur untuk dijadikan kompos melalui media biopori.

“Kita semua tahu betapa pentingnya kompos dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif dari sampah organik dengan terhadap lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, berkolaborasi dalam pengumpulan sampah dapur dan penggunaan biopori, tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Tetapi juga turut serta dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk berperan aktif dalam gerakan PESK. Nari kita mulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita, dengan memisahkan sampah organik dan non-organik, serta memanfaatkan media biopori. Mari kita jadikan gerakan ini sebagai gaya hidup yang berkelanjutan, bukan hanya sekedar acara seremonial,” ajak Novi.

Dikatakan, bahwa persoalan sampah di berbagai tempat telah menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai. Semakin bertambah kepadatan penduduk, maka konsumsi masyarakat pun semakin tinggi. Disisi lain, lahan untuk menampung sisa konsumsi terbatas. Persoalan semakin bertambah sebab sampah konsumsi masyarakat ternyata banyak yang tidak mudah terurai, terutama plastik. Semakin menumpuknya sampah plastik menimbulkan pencemaran serius. Kantong plastik baru dapat terurai paling tidak selama lebih dari 20 tahun di dalam tanah. Jika kantong plastik itu berada di air, akan lebih sulit lagi terurai. Kondisi tersebut menjadi salah satu pemicu suatu daerah mengalami kondisi darurat sampah. Namun, tidak semua masyarakat menyadari kondisi ini.

Dalam menangani permasalahan sampah lanjutnya, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat. Bank sampah merupakan salah satu konsep pengumpulan sampah yang mampu membangun partisipasi masyarakat. Sebab bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat “berkawan” dengan sampah. Untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4r (reduce, reuse, recycle, replace), sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi. Tetapi juga pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Dipaparkan, salah satu contoh pengelolaan sampah di Kota Sumbawa misalnya, masih sebatas pengumpulan dan berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Oleh sebab itu, upaya penanganan sampah mulai dari pengangkutan hingga pengolahan perlu ditingkatkan. Kunci dari pengelolaan sampah yang baik adalah pemisahan antara jenis sampah yang satu dengan jenis sampah yang lain. Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, partisipasi masyarakat mutlak diperlukan. Karena itu, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya proses pemilahan dan pengolahan sampah secara langsung menjadi penting untuk dilakukan.

Pada kesempatan ini, Novi mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa yang telah berperan aktif dalam menginisiasi dan mengorganisir gerakan PESK ini.

“Mari kita bersama-sama memberikan dukungan penuh agar program ini berjalan dengan sukses. Terakhir, saya ingin mengingatkan kita semua bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, kita juga menunjukkan rasa cinta dan tanggung jawab kita kepada tuhan yang maha kuasa. Mari kita bersama-sama menjadikan Kabupaten Sumbawa lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan dalam bingkai Sumbawa Gemilang yang berkeadaban. Semoga gerakan PESK ini sukses dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (GM)

Artikulli paraprakMaksimalkan Pelayanan Kesehatan, Pemda Beli 5 Ambulan Desa
Artikulli tjetërSukseskan Sail Indonesia, Pemda Sumbawa Gelar Rakor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini