SUMBAWA, gema-news.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 12,89 persen menjadi 11,79 persen. Penurunan ini terjadi karena masifnya verifikasi dan validasi yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa.

“Penurunan angka kemiskinan ini beriringan dengan upaya verifikasi dan validasi yang intensif yang kami lakukan. Karena pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang rutin dilakukan,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Syarifah.

Ia mengatakan langkah itu merujuk pada Instruksi Presiden (INPRES) nomor 3 tahun 2022 mengenai percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Proses pemutakhiran data itu, merupakan hasil kolaborasi luar biasa dari 18 kementerian dan lembaga dan di tingkat daerah kegiatan itu melibatkan seluruh elemen desa/ mulai dari kepala desa, BPD, operator SIKS-NG, hingga pendamping PKH dan TKSK,” terangnya.

Angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa berhasil ditekan menjadi 11,79 persen menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya dan angka tersebut setara dengan sekitar 58.000 jiwa penduduk miskin.

“Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa salah satu penyebabnya adalah masifnya verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui dinas sosial hingga ke tingkat desa dan kelurahan melalui operator SIKS-NG sehingga bantuan sosial tepat sasaran,” jelasnya

Ia menekankan pihaknya semakin hari semakin konsisten verifikasi dan validasi karena data sifatnya dinamis sehingga Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) benar-benar valid dan akurat sehingga berdampak pada bantuan sosial tetap sasaran.

Syarifah juga mengungkapkan penurunan angka kemiskinan atau peningkatan nilai desil tidak hanya dipengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat, tetapi juga terjadi karena kebiasaan masyarakat yang terlibat pinjaman online, judi online, hingga belanja online.

“Kategori sejahtera umumnya merujuk pada masyarakat yang berada di desil 5 hingga desil 10,” tutupnya. (GM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini