SUMBAWA, gema-news.com – Progres Pengerjaan ruas jalan Batudulang-Punik hingga saat ini sudah mencapai 12 persen. Hal ini diakibatkan sulitnya mencari lokasi pembuangan (Disposal) sehingga menghambat proses pengerjaan.
Demikian diungkapkan oleh Asisten perekonomian pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya.
” Saat ini pengerjaan ruas jalan Batudulan- Tepal segmen Batudulang-Punik melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) baru mencapai 12 persen,” Ujarnya.
Ia menyebutkan, kesulitan mencari lokasi pembuangan (Disposal) yang menghambat pekerjaan lainnya. Pengeprasan tebing tersebut dilakukan karena memang kondisinya licin sehingga perlu dilakukan penguatan.
Hal ini juga dilakukan untuk memberikan keamanan dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan tersebut sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kita lakukan pengerasan karena memang lokasinya rawan terjadi longsor sehingga hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir dan keamanan pengerjaan bisa aman,” ucapnya.
Pemerintah juga telah melakukan rapat bersama Balai Jalan Negara (BJN) BPK2TP2 dan Satker terkait ruas jalan Batudulang-Tepal. Salah satunya untuk mengantisipasi arus mudik dan balik lebaran dengan meminta BJN melakukan pembersihan lokasi sekaligus memberikan tanda-tanda di lokasi yang cukup berbahaya.
“Tanda-tanda ini kami anggap sangat penting, karena itu ada galian saluran, pemasangan udit dan juga pengeprasan tebing. Sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, khusus di jalur brang treng yang saat ini masih digunakan oleh masyarakat, pihaknya meminta BJN menyiapkan alat berat. Hal itu dilakukan karena bekas galian berupa tanah tentu akan menjadi licin sehingga akan sangat berbahaya bagi para pengguna jalan nanti. (GM)








