SUMBAWA, gema-news.com — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan bahwa persoalan narkoba merupakan masalah serius yang tidak hanya berskala nasional, tetapi juga menjadi ancaman nyata di Kabupaten Sumbawa. Hal itu disampaikan Wabup di ruang kerjanya, Kamis (12/2) menyusul terungkapnya jaringan narkoba besar yang beroperasi di wilayah pulau Sumbawa.
Menurut Ansori, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba.
“Permasalahan narkoba ini adalah masalah nasional, dan otomatis menjadi tanggung jawab kita bersama di daerah. Pemerintah daerah terus bekerja sama dengan kepolisian dan BNN, baik dalam bentuk pencegahan maupun penegakan hukum,” ujar Ansori.
Sinergi Lintas Sektor
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut telah diwujudkan melalui berbagai langkah konkret. Dalam aspek penindakan, aparat kepolisian telah melakukan operasi pemberantasan narkoba di sejumlah lokasi yang terindikasi menjadi titik peredaran. Sementara itu, BNN lebih difokuskan pada upaya pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat.
Pemerintah daerah, lanjutnya, turut mendorong pendekatan preventif dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, hingga komunitas generasi muda.
“BNN kami hadirkan langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Ini penting agar generasi muda tidak terjerumus dan masa depan mereka tetap terjaga,” katanya.
Pertimbangkan Tes Urine sebagai Langkah Preventif
Selain sosialisasi dan edukasi, Pemkab Sumbawa juga membuka kemungkinan pelaksanaan tes urine sebagai bagian dari strategi pencegahan. Namun, Ansori menekankan bahwa langkah tersebut masih dalam tahap pertimbangan dan akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama pihak terkait.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah antisipatif guna menekan potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.
Ancaman bagi Generasi dan Stabilitas Sosial
Ansori mengingatkan bahwa dampak narkoba tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial dan ekonomi. Ketergantungan narkoba, menurutnya, dapat mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal demi memenuhi kebutuhan konsumsi.
“Bahaya narkoba bukan hanya pada pemakai, tetapi juga bisa berdampak luas terhadap keluarga dan masyarakat. Ini bisa memicu masalah ekonomi hingga tindak kejahatan lainnya,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum—untuk bersama-sama memerangi narkoba.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Kita harus bergerak bersama untuk melindungi generasi emas Sumbawa dari ancaman narkoba,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan upaya pemberantasan narkoba berjalan efektif dan berkelanjutan. (GM)






