SUMBAWA, gema-news.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa berkomitmen penuh untuk memastikan pengusaha dan tenaga kerja lokal berperan dalam proyek industri unggas terintegrasi yang baru dilakukan peletakan batu pertama di Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir belum lama ini.
“Saat ini, kami tengah menjalin komunikasi intensif dengan pelaksana proyek guna memaksimalkan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo.
Ia menyebutkan pembangunan konstruksi industri tersebut melibatkan PT Food ID sebagai perwakilan BUMN, serta PT Agriculture Global Khatulistiwa (AGK) sebagai pelaksana teknis di lapangan.
“Proyek ini sudah memasuki tahapan krusial, yakni penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Dalam hal ini kami turut berperan aktif dalam membantu pengumpulan data yang dibutuhkan tim teknis,” ujar Dedy.
Tim teknis sedang bekerja menyusun DED, mulai dari tata letak bangunan, aksesibilitas, drainase, hingga perkiraan jumlah kebutuhan tenaga kerja.
“Kami akan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal, terutama untuk bidang pekerjaan yang tidak memerlukan sertifikasi sangat tinggi. Untuk menjembatani kesenjangan keahlian, kami berencana menyiapkan program pelatihan khusus,” jelas Dedy.
Ditambahkannya ketika terdapat syarat keahlian tertentu, Pihaknya siap memfasilitasi pelatihan baik di dalam maupun di luar daerah.
“Meskipun berlokasi di Sumbawa, proyek ini diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi yang luas, tidak hanya bagi skala kabupaten, tetapi juga untuk Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Indonesia secara umum,” Pungkasnya. (GM)






