SUMBAWA, gema-news.com – Kasus campak di Kabupaten Sumbawa saat ini masih nihil, meski sebelumnya pernah mengirimkan 7 sampel yang diduga suspek campak. Masyarakat diminta untuk melapor ketika mendapati gejala-gejala yang menyerupai campak.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, mengirim tujuh sampel warga berstatus suspek campak ke laboratorium di Surabaya. Langkah ini menyusul kecurigaan terhadap pasien yang menunjukkan gejala klinis menyerupai caampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, menegaskan hingga saat ini belum ada kasus positif campak di Kabupaten Sumbawa.
“Untuk campak di Kabupaten Sumbawa sampai dengan saat ini tidak ada kasus. Namun, ada suspek atau kecurigaan dari sampel yang sudah diambil, sedang proses pengiriman untuk pemeriksaan,” ujarnya saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin, (13/04).
Ditambahkannya petugas mengirim sekitar tujuh sampel untuk memastikan status kesehatan para pasien tersebut dan meminta semua pihak menunggu hasil resmi laboratorium.
“Menyikapi kekhawatiran masyarakat, Kami telah melayangkan surat imbauan ke seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) guna memperkuat langkah antisipasi,” jelasnya.
Ia menginstruksikan setiap Faskes melakukan promosi kesehatan secara masif dalam setiap kegiatan. “Adapun gajala campak yang perlu masyarakat curigai, yakni demam, batuk pilek, serta munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh anak,” tambahnya.
Sarip menekankan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak-anak. Pemberian imunisasi campak harus sebanyak tiga kali untuk menjamin perlindungan maksimal.
“Imunisasi campak didapatkan pertama pada usia 9 bulan, kemudian usia 18 bulan, ditambah nanti dengan usia anak kelas 1 SD atau 5 sampai 7 tahun,” tutupnya. (GM)






