Beranda Pendidikan

Musik Sakeco dan 8 Seni Budaya Sumbawa Dikenalkan Kepada Anak anak

39
0

Sumbawa Besar, Gema-news.com – Berbagai cara terus dilakukan pemerintah Kabupaten Sumbawa, NTB, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk melestarikan adat dan budaya Suku Sumbawa atau Suku Samawa.

Salah satunya, dengan membuat program seniman masuk sekolah. Program ini untuk memperkenalkan seni budaya kepada anak anak sekolah dasar.

“Ada 9 seni dan budaya Sumbawa yang kita masukkan dalam program ini,  diantaranya Sakeco, Rabalas Lawas, Ngumang, Badidi dan ada 5 lagi seni budaya lainnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, M Ikhsan Safitri, melalui Kabid Kebudayaan, Sutan Syahril, Rabu (26/7/23).

Menurutnya, tujuan dari kegiatan seniman masuk sekolah ini, agar seni budaya tetap ada. Seni budaya ini yang harus dijaga dan tidak punah. Kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan upaya pelestarian dan pengenalan budaya masyarakat Sumbawa terutama kesenian tradional kepada siswa sekolah dasar.

“Ada banyak cara yang kita lakukan untuk melestarikan adat budaya ini. Salah satunya mengenalkan budaya pada siswa sekolah dasar sejak dini dengan melaksanakan kunjungan dan pembinaan secara langsung oleh seniman-seniman tradisional Sumbawa,” katanya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari usai siswa pulang sekolah sehingga siswa yang sebelumnya lebih dominan bermain gadget, game atau nonton televisi, dapat mengisi aktivitas mereka dengan belajar kebudayaan dan kesenian tradisional Sumbawa.

“Ini merupakan langkah awal dalam memperkenalkan budaya yang dahulu pernah ada namun sudah hampir punah karena terlupakan oleh kesibukan masyarakat dan pesat perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Sutan Syahril menjelaskan, untuk tahap pertama kegiatan ini, SDN 14 Sumbawa, dijadikan pilot project dan nanti alan dilankutkan dengan sekoah lainnya.

“Untuk tahap awal ini, SDN 14 kita jadikan pilot projectnya. Nanti semua sekolah di Kabupaten Sumbawa kita terapkan,” tegasnya.

Ia berharap, kegiatan positif semacam ini dapat dilaksanakan setiap saat dan menjadi langkah awal pelestarian budaya sejak dini dari kalangan anak sekolah.

“Kebudayaan dan kesenian daerah merupakan warisan dari para leluhur untuk selalu dijaga dan dirawat agar tidak punah termakan zaman,” pungkas Sutan Sahril. (GM)

Artikulli paraprakPedagang di Pasar Lama Diimbau Kembali Berjualan ke Pasar Baru Utan
Artikulli tjetërDikbud Sumbawa Prihatin Banyak Murid SDN Samri Tak Bisa Calistung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini