SUMBAWA, gema-news.com – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., membuka Pertemuan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Sumbawa di La Grande Ballroom, Kamis, 20 Agustus 2026.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Syarif Hidayat, SKM., MPH., terdapat 1.069 ODGJ berat yang tersebar di 24 kecamatan dan berada dalam pemantauan tenaga kesehatan. Selain itu, tercatat 1.425 orang mengalami gangguan jiwa ringan hingga sedang. Persoalan kesehatan jiwa juga ditandai dengan sembilan kasus bunuh diri sepanjang 2023–2025 dan dua kasus pada 2026, serta masih terdapat 12 kasus pemasungan ODGJ.
Bupati H. Jarot menegaskan, kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kualitas hidup dan turut memengaruhi kesehatan fisik. Menurutnya, gangguan jiwa bukan kondisi yang tidak dapat ditangani, sepanjang mendapat penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
“Dengan sedikit gangguan kesehatan jiwa saja, maka kesehatan fisik juga akan terganggu,” ujarnya.
H. Jarot menilai penanganan kesehatan jiwa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia juga mendorong pembentukan rumah singgah ODGJ sebagai tempat perawatan sementara yang aman, khususnya bagi pasien yang membutuhkan pendampingan dalam proses pemulihan.
Ia mengapresiasi TPKJM yang dinilai berperan penting dalam mendukung pemerintah daerah memberikan pelayanan dan penanganan kesehatan jiwa kepada masyarakat. (GM)






