Beranda Pemerintahan

Lanjutan Proyek Samota, Jembatan Panjang Akan Dibangun di Sumbawa

35
0

Sumbawa Besar, Gema-news.com – Kabupaten Sumbawa akan membangun jembatan rangka baja terpanjang di NTB. Proyek dengan nilai Rp 120 miliar itu panjangnya mencapai 240 meter.

“Proyek multiyears itu dari Kementerian PUPR, Dirjen Bina Marga melalui Balai Jalan Nasional,’’ kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lalu Suharmaji, Rabu (29/11).

Menurutnya, proses pembangunan sudah sampai pada tahap penandatangan kontrak dengan PT Nindya Karya. Untuk pelaksanaannya meliputi empat buah jembatan.

“Jembatan ini kita fokus pada jembatan yang di Desa Ai Bari Kecamatan Moyo Utara. Rinciannya Ai Bari 1, Ai Bari 2, Ai Bari 3, dan Ai Bari 4,’’ sebutnya.

’’Untuk jembatan Ai Bari 1 dan 4 dibangun berupa jembatan rangka baja. Sedangkan Ai Bari 2 dan 3 berupa jembatan beton,’’ sambungnya.

Suharmaji mengaku, Pemkab Sumbawa intens berkomunikasi dengan pihak pelaksana, yakni salah satu perusahaan BUMN. Termasuk  dengan Satker Jalan Nasional Bali. Karena secara teknis, untuk membawa material-material tersebut ada kesulitan di akses menggunakan jalan kabupaten.

’’Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan pihak pos Badas maupun dengan stakeholder terkait untuk memudahkan membawa material-material jembatan ini lewat laut,’’ ujarnya.

Nantinya, material itu akan di drop melalui Tanjung Perak di Surabaya dan langsung merapat di Ai Bari. Perangkat penunjang lain yang harus disediakan akan dibangun dermaga . “Ini sedang kami lakukan komunikasi dengan pihak terkait dengan perizinan dan sebagainya. Karena material itu ada alat berat yang dibawa yaitu berupa crane dengan total berat 80 ton,” jelasnya.

Pengangkutan crane, menurutnya, idealnya dibawa di jalur laut. Bila lewat darat dikhawatirkan akan terbentur akses jalan kabupaten yang juga sempit. Terlebih lagi, rata-rata jembatan kabupaten itu daya muatnya hanya 10-15 ton. “Ini yang sedang kita kerjakan dan diharapkan  kepada masyarakat untuk dapat membantu di lapangan,” ujarnya.

Mengenai lahan, Suharmaji menegaskan, sudah dilakukan pembebasan dan disosialisasikan di kantor Camat Moyo Utara. ’’Untuk persiapan pelaksanaan kegiatan di lapangan tahun 2023 sifatnya multiyears. Kontrak sampai dengan 23 Desember 2024,’’ katanya.

Dia menilai keberadaan  kawasan Samota yang membuat pemerintah pusat mencurahkan perhatiannya. Terlebih lagi, Samota sudah masuk strategis pariwisata nasional. ’’Hal ini memberikan dampak ekonomi positif bagi kabupaten Sumbawa dan pemerintah Indonesia di mata dunia,’’ pungkasnya. (GM)

Artikulli paraprakPemekaran Wilayah, Pemda Sumbawa Masih Menunggu Moratorium
Artikulli tjetërBupati Sumbawa Ajak ASN Teguh Terapkan Nilai-Nilai Korpri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini